news

PENTAS SRAWUNG GAMELAN

Time
Sunday, June 26, 2011 ·
7:00pm – 8:00pm

Location
Gedung Sosieted Taman Budaya Yogyakarta

 

 

Pardiman Djojonegoro kembali menghadirkan karya terbarunya. Garapan yang akan menampilkan sejumlah anak-anak ini nantikan dipentas 26 Juni 2011 di gedung Sosieted Taman Budaya Yogyakarta.

Menurut Pardiman, karya yang akan ditampilkan nanti terinspirasi akan kenangan masa lalu. Pada masa lalu permaianan selalu erat dengan nuansa padang bulan kemudian anak-anak bermain dipelataran sambil bernyanyi jamuran, ancak-acak alis, cublak-cublak suweng dll. Tapi kini kondisinya lain karena di dalam rumah anak-anak sudah dimanjakan dengan permainan game dan hiburan telesvisi yang lebih menarik ketimbang harus berkumpul dengan teman-temannya untuk bernyanyi bersama dipelataran. Bahkan kita cukup was-was dengan isi permainan dan acara-acara televisi yang banyak menyajikan tontonan yang belum saatnya mereka tonton atau menjadi dewasa sebelum waktunya kadang-kadang ada sebuah kerinduan bagaimana semnagat padang bulan yang memberi edukasi sosial ini hadir kembali dalam format lain yaitu dengan menciptakan ruang bermain dalam musik gamelan

Kenapa gamelan?
karena ketika seseorang bermain gamelan selain terdapat harmonisasi yang indah juga terdapat edukasi sosial yaitu sebuah nilai kebersamaan, saling mendengar, saling melihat,saling mersasakan dan saling memahami, dengan akata lain produk hasil ciptaan local jenius yang bernama gamelan itu telah menjawab kebutuhan kolektif sebuah komunitas untuk berinteraksi dan berekspresi.

selain itu ada dua hal yang bisa dicapai ketika orang bermain gamelan
yaitu kegembiraan bersama, ekspresi estetis, kesegaran fisik, kematangan emosiaonal dan daya cipta. lebih jauh gamelan merupakan contoh demokrasi yang kongkrit dengan fungsinya masing-masing

Pemain srawung gamelan bocah
Fadlan, Unggul, Abel, Jojo, Lingga, Kidung, Bima, Dila, Sasa, Sinta, Yoni, anjang, Elent.

Repertoar mantan bocah
Jazz gembeng…milah, milih, mulih dan malih…
fisik burisrawa hati sembadra….
sajian gamelan format Gadon sudah jarang kita temui kecuali di tempat tertentu, pada hal dahulu sebelum campur sari menjadi primadona pdi setiap yang punay hajatan format gadonlah yang sering terdengar, padahal format gadon ini menyisakan ruang kreatif yang b dicari kemungkinan-kemungkinan untuk diolah…
biasanya repertoarnya adalahpangkur, uler kambang…tapi kali ini gamelan bisa menberobos lintas suara dunia, seperyti pop keoncong samapai jazz…tanpa kehadiran musik barat….kita bisa menyanyikan lagu barat…

Komposer: Pardiman Djoyonegoro
Pemian : Dalyanto, Arya Dani Setiawan, Sandya Malakeaano,Danang Rajiv, Romel
Vokal Eny Lestari, Lanan Daruningtyas dan Pardiman Djoyonegoro.
menciptakan ruang permainan bagi anak-anak dalam gamelan adalah tantangan tersendiri.