ETHNICTRO
Memfasilitasi kebebasan berekspresi

AMUBA

Sampai saat ini kaum minoritas dalam (hal ini adalah kaum waria) masih sangat susah mendapatkan tempat di masyarakat dalam hal apapun, stigma negatif selalu ditujukan kepada mereka, apapun yang mereka perbuat selalu jadi bahan cemoohan dan ejekan, bahkan jika mereka melakukan sesuatu yang serius pun stigma tersebut masih melekat, hal tersebut menjadikan kaum waria itu sendiri pun terjebak dalam stigma itu juga, seperti merasa sudah putus asa, dan merubah cara pandang dan perilaku mereka, seperti sudah menjadi sesuatu yang indentik, bahawa kaum waria itu selalu harus tampil dengan kelucuan, kenorak an dan jadi bahan tertawaan, pada akhirnya stigma ini juga membatasi langkah atau perkembangan kreatifitas mereka.


Akan tetapi ada beberapa orang atau kelompok dari kaum waria mencoba mendobrak stigma negatif masyarakat tersebut, yang selalu menganggam mereka sebagai lelucon, ada sebuah kelompok waria yang menamakan kelompok mereka Amuba, yang diinisiasi oleh seorang waria yang sudah dulu terjun di bidang seni dibanding beberapa anggota kelompok nya, mereka membentuk kelompok musik yang berformat grup vocal, pada awalnya mereka juga sedikit terjebak dengan stigma tersebut, merasa diri mereka adalah kaum minoritas dan cuma melakukan seperti apa yang biasa dilakukan, dari bebrapa kali diskusi antara bebrapa pihak termasuk beberapa pihak yang berperan sebagai fasilitator dan produser project tersebut, akhirnya mereka myakinkan diri untuk tidak membeda bedakan gender dan merasa mereka adalah kaum minoritas yang patut dimaklumi, pada perkembanganya proses pembentukan grup vocal tersebut dijalani dengan serius sebagaimana mestinya dengan metode latihan sebagaimana mestinya, karena dalam wilayah musik tidak ada perbedaan status.


Seiring berjalanya proses yang tidak mudah, penuh konflik dan perselisihan akhirnya berjalan dengan baik, sangat menarik karena tidak hanya konteks musik saja yang dimuat dalam project ini, akan tetapi konteks sosian tentang masalah minoritas kaum waria tersebut, dengan dibantu beberapa pihak akhirnya tercipta juga lirik lirik yang dijadikan lagu dalam project ini, lirik menarik yang menceritakan tentang kehidupan , kegelisahan dan harapan mereka. Diharapkan project ini bisa menjadi pemicu tidak hanya untuk kaum minoritas, akan tetapi bagi siapa saja yang merasa terbatas untuk mengeluarkan ekspresinya ,untuk bisa lebih bebas mengembangkan gagasan dan idenya atas dasar permasalahan apapun dalam koridor seni.

_________________________________

AMUBA
Tamara Pertamina
Nike Faradilla

_________________________________

Song writer
Instructor
Produced by Irene Agrivine & Ethnictro
Recorded by

_________________________________

WhatsApp chat Kirim Pesan